phentermine uk forum buy phentermine online is phentermine safe if your pregnant

how long should i wait to eat after taking ambien buy ambien what medication is in ambien

can tramadol stop a cough buy tramadol serotonin syndrome tramadol and fluoxetine

whats in tramadol medication buy tramadol buy cheap tramadol online cod

valium 10 presentacion comprimidos diazepam 5mg buy diazepam online Alexandria

tramadol fail a drug test tramadol 50mg purchase ultram Elgin

what is the street price of ambien ambien pill how to get higher on ambien

weight loss plan with phentermine buy phentermine how long does phentermine take to work

tramadol online legally buy cheap tramadol buy tramadol Nevada

can ambien hurt pregnancy zolpidem online ambien stopping suddenly

Apa yang anda buat, itu yang akan anda dapat

May 31, 2010 6 comments Posted in Uncategorized

Saya yakin bahwa judul post diatas adalah salah satu petuah yang sering kita jumpai dalam kehidupan sehari kita. Petuah ini menurut saya pada intinya adalah mengajarkan pada kita kalau ingin mendapat perlakuan baik dari orang lain, maka perlakukanlah orang lain dengan baik pula. Mungkin kelihatanya sepele,tapi secara teori juga belum tentu jika kita sudah berbuat baik maka akan mendapat balasan yang baik juga,,  Hanya Allah yang tahu, tapi saya baru saja merasakan hasil dari petuah diatas beberapa  waktu yang lalu,,

Jadi ceritanya begini, saya sedang ingin sekali membeli sebuah aksesoris buat kamera Nikon saya (vertical grip lebih tepatnya). Nah karena saya malas mencari di kota saya, maka saya memutuskan untuk membelinya secara online. Sekedar gambaran, bagi yang belum pernah transaksi online, prosesnya cukup sederhana. Pertama-tama kita berkontak dengan si penjual, kemudian kita mentransfer sejumlah uang (beserta biaya kirim) kemudian barang akan dikirim oleh penjual ke alamat kita.

Salah satu dilema dalam belanja online adalah ketika kita sudah membayar untuk barang yang kita inginkan, barang tersebut tidak langsung sampai ke tangan kita. Namun barang tersebut harus melalui proses pengiriman dan pemaketan dari daerah asal si penjual. Proses ini memakan waktu sekitar 1-2 hari, nah dalam waktu tenggang ini perasaan gregetan dan penasaran biasanya timbul… berharap pesanan kita segera datang. Maklum lah, uang sudah dikeluarkan tapi barang yang kita inginkan belum digenggam 😀

Masih terlintas segar dalam ingatan saya, saya mentransfer uang pada hari kamis malam, kemudian barang dikirim hari berikutnya (Jum’at) oleh sang penjual. Karena saya sedang “ngidam” barang tersebut maka saya meminta kepada si penjual untuk menggunakan layanan paket yang ekspres, tentu dengan tambahan biaya dengan harapan barang pesanan saya bisa sampai pada hari sabtu.

Akhirnya pada suatu sabtu siang yang cerah, masuklah sms ke hp saya , “Mas ada paket datang nih” (FYI : dikarenakan alamat rumah saya yang tidak jelas maka saya biasa mengirim barang pesanan ke alamat futsal saya). Dengan semangat 45, saya bergegas menuju tempat futsal saya, tentu dengan membawa kamera Nikon kesayangan saya. Dengan harapan vertical grip pesanan saya tersebut bisa langsung dipasang.

Sesampainya di tempat futsal, saya langsung mengambil paket kiriman tersebut, kemudian membongkar bungkusnya. Dari luar tampaknya tidak ada yang salah dengan paket tersebut, ukuranya pas untuk sebuah packaging vertical grip, sekilas pun merk-nya sesuai dengan pesanan saya. Kemudian saya buka bungkusnya, dalam keadaan setengah terbuka bungkusnya saya melihat ada 2 tombol pada vertical grip tersebut… dan pada saat itu juga saya mengetahui satu hal : “Mister penjual telah mengirimkan saya barang yang salah !!!” kenapa saya bisa langsung tahu ? karena vertical grip untuk kamera Nikon hanya mempunyai 1 tombol… Dengan perasaan gundah saya kemudian membuka bungkus kiriman tersebut secara sempurna.. dan benar saja, vertical grip yang dikirim oleh si penjual ini untuk kamera Canon.. OUCH… penantian saya yang selama 2 hari ternyata menguap begitu saja…

Vertical Grip Canon (Kanan - 2 tombol) - Vertical Grip Nikon (Kiri - tombol))
Vertical Grip Canon (Kiri – 2 tombol) – Vertical Grip Nikon (Kanan – 1 tombol)

Dengan perasaan jengkel kemudian saya mengirim sms kepada si penjual yang menginformasikan bahwa beliaunya telah keliru mengirimkan barang. Tidak lama berselang kemudian si penjual menelfon saya dan mengatakan kalau dia memang keliru mengirim barang pesanan saya beserta meminta maaf, barang saya tertukar dengan barang pembelinya yang lain.Namun entah kenapa waktu itu saya tidak ingin mengomel-omeli si penjual karena saya merasa kesalahan tersebut bisa dilakukan semua orang dan lagipula si penjual cukup bertanggung jawab dengan langsung menelfon saya. Singkat kata kemudian si penjual meminta saya mengirim vertical grip Canon ke pembelinya yang sesungguhnya dan saya akan dikirimi barang yang benar hari Senin (Karena minggu layanan pengiriman paket libur)…

Vertical Grip salah kirim tersebut kemudian akhirnya saya kirim hari Senin. Waktu itu biaya untuk mengirim vertical grip salah kirim tersebut tidak terpaut jauh antara jasa pengiriman reguler (2 hari samapi) dan kilat (1 hari sampai). Dengan niat membantu si penjual maka saya memilih untuk mengirimkanya secara kilat..  Selang beberapa hari kemudian saya mendapatkan barang pesanan saya yang sesungguhnya…

Beberapa minggu setelah kejadian salah kirim ini, saya menjual tas kamera National Geographic (NG) saya dan tentu saya secara online juga. Pada waktu membeli tas kamera NG ini saya merasa ukuran tas ini adalah medium, karena sewaktu membeli si penjual tidak pernah menyebutkan ukuran tas tersebut. Berbekal dengan pemikiran saya ini maka saya menjual tas ini di kaskus dengan spesifikasi medium.  Dan dari sinilah bencana salah jual saya bermula…

Singkat cerita, setelah beberapa hari memajang tas NG saya di forum jual-belinya Kaskus, akhirnya saya menemukan pembeli yang cocok secara harga. Saya masih ingat bethul si pembeli tersebut bernama Steven R. Setelah mas steven ini mengirimkan uang saya segera mengirimkan tas ini ke Jakarta tempat dimana mas Steven tinggal. Sehari setelah saya mengirimkan tas NG itu datanglah sms yang menggegerkan saya.. “Mas tasnya ukuran small ya? punya teman saya medium lebih besar dari ini sepertinya”. Karena saya masih yakin bahwa tas NG saya itu medium lalu saya membalas sms tersebut dengan meyakinkan mas Steven “Itu medium kok mas, cuman emang kecil, coba nanti saya cek”.

Walaupun cukup yakin saya  lalu mengecek apakah tas saya itu memang benar medium atau small,, setelah melakukan riset singkat melalui paman Google saya menemukan fakta yang tidak mengenakkan.. saya telah menjual tas yang salah !! tas NG tersebut memang berukuran small…

Tas NG saya (Mantan :D)
Tas NG saya (Mantan :D)

Dan seperti dugaan,, kemudian datanglah sms berikutnya dari mas Steven yang memastikan bahwa tas tersebut berukuran small.. karena mas Steven mengeceknya langsung di salah satu toko kamera di Jakarta.. Untungnya,, dari nada-nada sms-nya mas Steven sama sekali tidak marah, tapi tentu saja saya tetap meminta maaf kepada beliau serta menawarkan opsi untuk me-refund atau memotong harga tasnya. Karena mas Steven memang butuh tas medium maka mas Steven memilih untuk merefund uangnya.. Beberapa hari kemudian akhirnya mas Steven mengirim tas NG saya kembali, dan dengan pengiriman paket yang kilat. Sungguh beruntung sekali saya,, sudah salah menjual barang, si pembeli tidak marah, masih dikirim balik dengan jasa kiriman kilat pula >_<

Dalam kondisi ini terjadilah pertukaran nasib, saya berada dalam posisi yang sama persis ketika si penjual vertical grip tersebut salah mengirim barang. Dan mungkin karena pada cerita pertama saya memperlakukan si penjual vertical grip tersebut dengan baik, maka saya mendapat perlakuan yang baik pula dari mas Steven.

Jika ditelaah secara sains  kejadian pertama tidak ada hubunganya dengan kejadian kedua, toh si penjual vertical grip juga tidak mengenal mas Steven. Tapi yang jelas kejadian ini menunjukkan pada kita kalau kita ingin mendapatkan perlakuan yang baik, kita harus memperlakukan orang lain dengan baik pula. Saya tidak tahu apa yang terjadi kalau misalnya saya mencak-mencak ketika saya salah mendapat kiriman vertical grip..

Semoga kisah diatas memberikan inspirasi bagi kita semua untuk memperlakukan orang lain dengan baik, walau mungkin contoh diatas hanya merupakan salah satu sisi baik saya diantara banyak perlakuan tidak baik yang saya berikan kepada orang lain. Untuk itu jika saya telah melakukan sesuatu yang tidak baik terhadap saudara saya meminta maaf… dan marilah kita berbuat baik terhadap sesama 😀 Terimakasih

6 comments

  1. Big Danny 7 years ago

    “Dan jika kamu memaafkan dan tidak memarahi serta mengampuni (mereka) maka sesungguhnya Allah Maha pengampun lagi Maha penyayang.” (At-Taghabun: 14)

  2. Kin 7 years ago

    Mantab gan…

    nek jarene koncoku, sedekah kui podo wae inden rejeki karo sik ndue donya…

    sedekah ki ra mung duit loo…

    (ranyambung) :nohope:

  3. copey 7 years ago

    how nice 🙂
    kalau saya pernah diperlakukan buruk dan memblas dengan buruk. kehekehekhekhekhekhek. setan emang,ha.
    saya berguru pada anda, guru!

  4. bayu kusuma wijaya 7 years ago

    Nice lesson… 🙂

  5. uphik 6 years ago

    nice post…

    thankz…

  6. uphik 6 years ago

    so nice post….

    sptnya saya perlu belajar spt itu…

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *
*