Manajemen baterai dan Sleep mode yang failed pada sebagian Ubuntu (dan distro linux lain)

June 4, 2019 no comments Posted in Uncategorized

Dalam menggunakan notebook salah satu faktor penentu yang sangat penting sekali ada berapa lama notebook tersebut bisa bertahan tanpa colokan alias hidup dengan tenaga batere. Tentu makin lama akan makin baik. Agar baterai suatu notebook dapat bertahan lama, ada beberapa faktor yang mempengaruhi diantaranya adalah :

  • kapasitas baterai
  • konsumsi baterai

Kapasitas baterai ditentukan dari berapa watt hour (wh). Untuk melihat kapasitas baterai kita dapat menceknya menggunakan Power Statistic pada linux atau menggunakan Battery Bar pada Windows.

Dari screenshoot diatas terlihat bahwa desain kapasitas baterai laptop saya adalah 45.7 Wh dan dalam kondisi saat dapat terisi full 38.4Wh. Kenapa daya terisi full tidak sama dengan desain kapasitas ? Hal ini dikeranakan ketika baterai sudah digunakan akan ada penurunan kapasitas dari waktu ke waktu. Selain itu kebetulan juga saya menggunkan TLP untuk melimit sehingga baterai saya dicharge hanya maksimal 85% saja (supaya lebih awet).

Untuk konsumsi baterai ditentukan oleh perangkat yang digunakan , generasi notebook dengan prosesor dan layar yang lebih kecil umumnya menggunakan konsumsi yang lebih rendah. Penggunaan daya dapat kita cek mennggunakan powertop pada linux battery bar pada windows.

Dari screenshoot diatas tampak konsumsi daya adalah sekitar 4.5 W. Konsumsi ini dapat berubah tentunya, tergantung dari aplikasi yang digunakan. Untuk playback youtube misalnya konsumsnya akan lebih tinggi sekitar 7-8W. Dengan baterai full (~38 Wh) maka notebook saya kira-kira dapat digunakan selama :

  • 38.5 / 4.5 = 7 Jam untuk ketik mengetik / browsing
  • 38.5 / 8 = 4.5 jam untuk playback youtube

Jadi menurut teori jika saya melakukan fullcharge pada notebook dan saya menonton youtube selama 2 jam, kemudian saya melakukan suspend (dengan menutup notebook / layar notebook) , maka saya akan dapat menikmati menonton youtube lagi 2.5 jam.

SALAH !

Ternyata tidak, karena ketika melakukan suspend Ubuntu saya gagal melakukan suspend secara sempurna, sehingga ketika suspend tetap ada konsumsi daya yang signifikan yang menguras baterai. Ciri ciri permasalahan ini setelah suspend baterai kita berkurang drastis. Misal kita suspend jam 8 malam baterai pada level 80% ketika jam 8 pagi dibuka ternyata hanya tersisa 68% atau berkurang 12% dalam 1 malam. Seharusnya dengan suspend yang sempurna level pengurangan suspend hanya berkisar 1% per malam…

Secara lebih teknis ternyata pada log sistem melakukan sleep dan ketika resume dari suspend baru mematikan CPU. Untuk detail coba cermati log jam 00:00:06:49 (notebook di tutup) dan 00:00:07:05 (notebook dibuka kembali). Proses CPU offline ternyata terjadi setelah 00:00:07:05 , padahal seharusnya CPU offline sebelum notebook ditutup alias terbalik. Hal ini ternyata adalah bug linux dari tahun 2016 yang sudah cukup lama dan belum ada jawabanya 🙁

referensi :

https://askubuntu.com/questions/828486/kernel-suspends-too-quiackly-upon-resume-continues-suspend-tasks

Selain pada linux ternyata bug suspend yang men-drain baterai ini juga ternyata terjadi pada windows, bahkan pada seri yang sangat mahal seperti Thinkpad X1Carbon generasi ke 6

referensi :

https://forums.lenovo.com/t5/ThinkPad-X-Series-Laptops/X1-Carbon-6th-Gen-Battery-drain-in-sleep/td-p/4075415/page/3

Entah ini adalah permasalah software /hardware tetapi tentunya sebagai technology enthusiast tetapi apa daya memang saat ini sepertinya tidak ada jamu yang manjur untuk masalah ini.

Kembali menggunakan hibernate

Salah satu solusi dari permasalahan pelik ini adalah menggunakan hibernate untuk mematikan notebook. Berbeda dengan suspend yang menyimpan data ke memory (ram) ketika notebook mati, untuk hibernate pada linux data akan disimpan ke partisi swap. Karena hal tersebut untuk hibernate biasanya akan memakan waktu yang lebih lama daripada suspend.

Sedangkan cara penggunaan hibernate silahkan di google sendiri dan tidak akan saya bahas disini karena cukup panjang.

Semoga masalah pelik ini segera terpecahkan karena sangat mengganggu user…

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *
*

Related Story