Todi !

Bismillah :)

Tutorial

About Me

Home

Archive by Category "Uncategorized"

June 4, 2019 Todi Adiatmo 2 comments Posted in Uncategorized

Dalam menggunakan notebook salah satu faktor penentu yang sangat penting sekali ada berapa lama notebook tersebut bisa bertahan tanpa colokan alias hidup dengan tenaga batere. Tentu makin lama akan makin baik. Agar baterai suatu notebook dapat bertahan lama, ada beberapa faktor yang mempengaruhi diantaranya adalah :

kapasitas baterai

konsumsi baterai

Kapasitas baterai ditentukan dari berapa watt hour (wh). Untuk melihat kapasitas baterai kita dapat menceknya menggunakan Power Statistic pada linux atau menggunakan Battery Bar pada Windows.

Dari screenshoot diatas terlihat bahwa desain kapasitas baterai laptop saya adalah 45.7 Wh dan dalam kondisi saat dapat terisi full 38.4Wh. Kenapa daya terisi full tidak sama dengan desain kapasitas ? Hal ini dikeranakan ketika baterai sudah digunakan akan ada penurunan kapasitas dari waktu ke waktu. Selain itu kebetulan juga saya menggunkan TLP untuk melimit sehingga baterai saya dicharge hanya maksimal 85% saja (supaya lebih awet).

July 3, 2014 Todi Adiatmo one comment Posted in Uncategorized

February 18, 2013 Todi Adiatmo 36 comments Posted in Uncategorized

Karena banyaknya pertanyaan – pertanyaan tentang bagaimana kondisi perkuliahan dan kehidupan mahasiswa di Australia dan Sydney pada khususnya, maka saya memutuskan untuk membuat tulisan ini. Tulisan ini didasarkan pengalaman saya selama mengambil kuliah master di University of New South Wales di bidang Computer Science pada tahun 2011-2012.

Jika dalam tulisan ini informasinya ada yang sudah tidak akurat hal tersebut dikarenakan perbedaan waktu ketidak penulis menulis tulisan ini dan waktu pembaca membaca tulisan ini. Segala komentar dan masukan untuk artikel ini dapat ditulis lewat komen form yang terledak di bawah.

Tulisan ini akan saya bagi menjadi beberapa bagian :

Read More

February 18, 2013 Todi Adiatmo 11 comments Posted in Uncategorized

Shalat

Shalat Jum’at

Makanan Halal

Kajian dan Komunitas Muslim

Salah satu hal yang paling perlu diperhatikan ketika kita menjalani kuliah di negeri non-muslim adalah tentang Shalat. Berbeda dengan di Indonesia, untuk menjalankan Shalat 5 waktu dengan tertib di Australia kita perlu mempersiapkan dengan matang tentang kapan dan dimana kita akan Shalat.

Tantangan pertama adalah tentang waktu Shalat. Di Indonesia kita terbiasa dengan jadwal Shalat yang tidak banyak berubah , misal subuh sekitar jam 4, dhuzur jam 12 kemudian ashar jam 3 dan seterusnya.

Australia merupakan negeri 4 musim. Jika kita masih ingat pelajaran geografi waktu smp, maka kita akan tahu bahwa matahari bergerak diantara 23.5″ lintang utara dan 23.5″ lintang selatan. Hal ini sangat berpengaruh pada waktu Shalat kita. Jika sedang musim dingin (matahari ada di utara) maka matahari akan terbit lebih lambat dan subuh akan bergeser lebih siang, sebaliknya jika musim panas (matahari ada di selatan) maka matahari akan terbit lebih cepat dan subuh menjadi lebih cepat.

Yang bergeser sebenarnya bukan hanya Shalat subuh, semua Shalat juga akan bergeser waktunya.Solusi untuk mengetahui jam Shalat dengan tepat yang paling mudah menurut pengelaman penulis adalah dengan menggunakan aplikasi jam shalat di handphone / smarphone 🙂

Seletah mengetahui waktu shalat, hal terpenting selanjutnya adalah menentukan dimana kita akan Shalat. Di Indonesia kita mungkin tidak terbiasa merencakan tempat Shalat, karena hampir di semua tempat ada mushalla. Di Australia kemudahan semcam ini tidak kita jumpai 🙂

Sebagai gambaran , di kampus saya di Sydney ~ University of New South Wales (UNSW) hanya terdapat ada satu Mushalla “resmi” dari Universitas yang terletak di bagian lower campus. Sedangkan UNSW sendiri terdari dari kampus bawah (lower campus) dan kampus atas (upper campus) . Sebagai informasi, berjalan dari lower campus ke upper campus memakan waktu sekitar 20 menit.

Bayangkan skenario seperti ini, jam Dzuhur jam 12,00, kemudian ashar jam 14.30, kemudian anda memiliki kewajiban untuk masuk kelas dari jam 12,00-15.00 di upper campus. Dalam situasi ini rasanya berat sekali jika kita harus bolak balik ke lower campus untuk menunaikan Shalat. Jika di Indonesia kita terbiasa Shalat di Mushalla, maka di Australia anda harus siap untuk “Shalat dimana saja”.

Biasanya di bagian kampus tertentu ada spot-spot Shalat “tidak resmi”. Saya sebut spot Shalat karena memang tempat itu bukan Mushalla melainkan tempat dadakan yang diubah jadi tempat Shalat oleh komunitas Muslim. Di upper campus UNSW sendiri ada spot Shalat di gedung Biomedical di bawah tangga Utama. Karena sifatnya “tidak resmi” maka anda tidak akan menemukan tempat shalat ini di buku paduan universitas anda, maka dari itu sebelum masa kuliah berlangsung pandai-pandai lah bergaul dengan mahasiswa Muslim yang lain untuk mencari tempat Shalat 🙂

Kadang-kadang kita juga harus menyelesaikan kuliah di gedung yang jauh dari spot Shalat, dalam kondisi seperti ini kita harus pandai mencari tempat yang pantas dan menunaikan Shalat disana 🙂 Saya sendiri mengambil jurusan Computer Science dan sering berada di lab komputer, sehingga sering menunaikan Shalat di Lab.

Solusi lain yang cukup praktis adalah membeli Sepeda, sehingga anda dapat bergerak antara kelas dan Mushalla dengan cepat.

Setelah membahas tentang Shalat di kampus, saya akan memberikan sedikit gambaran kepada pembaca tentang skenario lain yang sering terjadi.

Misalkan anda ada perlu pergi ke supermarket / makan / turun ke kota bersama teman dan anda diajak pergi antara jam 3-7 malam, padahal jam Ashar adalah jam 4 dan maghrib jam 4. Di Indonesia hal ini tidak menjadi masalah, karena anda bisanya semua supermarket menyediakan mushalla , tapi tidak di Australia. Sehingga paling bijak mungkin anda harus mengatur jam pergi anda setelah ashar / maghrib.

Opsi lain adalah memilih tempat yang memiliki mushalla, karena beberapa tempat makan muslim di Australia memiliki mushalla. Atau jika terpaksa maka anda harus menjamak Shalat , hal ini tergantung bagaimana anda memahami fiqh menjamak Shalat dalam keadaan sibuk.

Seringkali juga kita Shalat di mushalla dan sedang hujan deras, di Indonesia anda mungkin tidak akan terfikir untuk menjamak Shalat, tapi di Australia akan lain ceritanya 🙂

Intinya adalah biasakan diri dengan Shalat dimanapun, di lapangan bola, di taman, di depan kelas, di lab dan tempat-tempat lain.

Tempat Shalat yang sering penulis kunjungi :

Lower Campus, Mushalla UNSW

Upper Campus , gedung Biomedical

Mushalla restoran “Times for thai” di Kingsford ~ biasanya makan sekalian Shalat

Mushalla UTS ~ lokasi strategis di tengah kota

Shalat 5 waktu memang butuh usaha , tapi Insha Allah bisa dilaksanakan

Shalat Jum’ah di Australia biasnya diadakan di kampus-kampus. Di UNSW sendiri dilaksakan jam 12.00 di Gymnasium , lower campus. Selain di kampus, Australia sendiri memiliki cukup banyak komunitas muslim sehingga di daerah tertentu terdapat masjid, misalnya di Tempe / Lakemba.

Satu hal yang menjadi catatan, di kampus tertentu (misalnya UTS) Shalat jum’at hanya boleh diikuti oleh mahasiswa UTS dan untuk bisa masuk ke Aula tempat shalat dilaksanakan anda harus menunjukkan kartu mahasiswa UTS.

Biasanya selain melaksanakan Shalat Jum’ah di UNSW, saya juga beberapa kali melaksanakan Shalat Jum’ah di City, gedungnya saya lupa tempatnya tetapi dekat sekali dengan UTS.

To Be Continue 🙂

February 13, 2013 Todi Adiatmo 2 comments Posted in Uncategorized

Kemudian agar lisensi kita sah maka kita harus memilki 3 hal berikut

Product Key

Aktifasi Windows 8

COA (Stiker Keaslian)

Bukti pembelian

Setelah mengulas tentang hal-hal yang diperlukan agar Windows kita “Asli”, sekarang saya akan membahas produk Windows mana yang akan kita beli, karena Windows 8 sendiri menawarkan beberapa paket seperti Upgrade, OEM, Pro dan Enterprise.

Dari pengertian saya kita dapat membeli windows 8 dari 2 jalur :

Jalur Sudah mempunyai lisensi asli Windows xp, Windows Vista dan Windows 7. Kita cukup membeli paket upgrade. Harganya biasanya sekitar Rp 600.000,00

Kita belum mempunyai lisensi windows sama sekali. Maka kita harus membeli versi OEM / Pro / Enterprise. Versi OEM paling murah sekitar Rp 950.000,00

Polemik dan cerita “asli” dan “tidak asli” sebenarnya muncul disini. Seperti sudah saya sebutkan , bahwa jika ingin memiliki license yang “asli” dan kita belum memiliki lisensi Windows maka kita seharusnya minimal membeli Windows 8 versi OEM. Masalahnya adalah saya menemui beberapa penjual toko komputer di Indonesia menjual Windows 8 versi upgrade dan berkata kita cukup menginstall Windows 8 versi upgrade tersebut untuk mendpatkan Windows 8 “Asli”.

Memang benar, Windows 8 versi upgrade juga dapat diinstal pada PC yang belum memiliki lisensi. Tetapi berarti sebenarnya anda menggunakan Windows 8 secara tidak sah, karena microsoft mensyaratkan anda memiliki Windows versi sebelumnya untuk secara sah dapat menggunakan Windows 8 versi Upgrade.

Dalam hemat saya, sungguh mubazir jika sudah membeli lisensi Windows yang harganya mahal tetapi ujung-ujungnya lisensi anda tetap tidak sah. Maka dari itu berhati-hati lah dalam memilih Windows 8 yang akan anda beli.

Sedikit tambahan, dari informasi yang saya dapat, anda dapat memindahkan lisensi Windows 8 OEM pada PC anda jika suatu saat anda ingin berganti PC dengan syarat hanya ada satu instalasi yang aktif. Anda harus melakukan instalasi ulang tentunya.

Ada kurang dan lebihnya mari kita bahas bersama karena saya juga masih awam dalam hal lisensi melisensi 🙂

Referensi :

http://www.zdnet.com/microsoft-radically-overhauls-license-agreements-for-windows-8-7000002837/

http://www.zdnet.com/how-the-new-windows-8-license-terms-affect-you-7000003028/

http://answers.microsoft.com/en-us/windows/forum/windows_8-windows_install/how-many-time-can-you-change-the-motherboard-on-a/edff52ca-908e-4a1e-9b4a-45c34b336766

May 23, 2012 Todi Adiatmo 2 comments Posted in Uncategorized

Begini kira-kira bunyi pesan-nya : “Assalamualikum mas, ada salah crew salah input di program kasir, penjualan 1 botol jadi 9000 botol, bisa tolong diperbaiki tidak? Laporan bulanan sekarang salah ada kelebihan 40 Juta (9000 isotonik x harga jual @Rp4.500,00)”.

Kesan pertama saya setelah mendengar voice note ini adalah.. jengkel, karena berarti saya punya pekerjaan tambahan malam ini. Fixing the database of course.

May 31, 2010 Todi Adiatmo 6 comments Posted in Uncategorized

Jadi ceritanya begini, saya sedang ingin sekali membeli sebuah aksesoris buat kamera Nikon saya (vertical grip lebih tepatnya). Nah karena saya malas mencari di kota saya, maka saya memutuskan untuk membelinya secara online. Sekedar gambaran, bagi yang belum pernah transaksi online, prosesnya cukup sederhana. Pertama-tama kita berkontak dengan si penjual, kemudian kita mentransfer sejumlah uang (beserta biaya kirim) kemudian barang akan dikirim oleh penjual ke alamat kita.

June 26, 2009 Todi Adiatmo 3 comments Posted in Uncategorized

Cerita Kape saya di PT Danliris ini dimulai sekitar pertengahan tahun lalu, waktu itu Ristyandani yang baik mengajak saya ikut kursus Cisco lagi,, sebenernya waktu ini agak ga smangat ikut tapi ada embel” “yang ikut bole magang lhoo!”, akhirnya tawaran yang menggiurkan itu saya ambil 😀 Oia btw nama program magangnya adalah IAP (Industry Attachment Program), progam ini adalah kerjasama antara Cisco ama Senada..

Setelah tempat magang diberitahukan ke para peserta, termasuk saya , langsung saya menuju tempat Kape saya, waktu itu Desember 2008, target pertama waktu itu adalah Assesment dan membicarakan hal hal apakah yang akan dilakukan waktu kape.. Di Danliris saya dibimbing oleh kepala departemen EDP(Electronic Data Processing/IT) yang bernama Pak Satrio.

Berikut ini adalah cuplikan Assesment saya pertama kali :

Todi : Pak kira kira apa yang bisa dikerjakan di sini ya? Pak Satrio : Kalo Foxpro bisa ga ?? (JEGLER,,, ga bisa bok…) Todi : Waduh saya bisanya Java Pak, Kalau jaringanya bagaimana ? Pak Satrio : Ya Boleh saja tapi disini jaringan-nya sederhana lho Todi : Ya tidak apa apa Pak nanti Mapping sama buat rekomendasi saja… Pak Satrio : Oh ya tidak apa apa, kalau buat web gimana ? Todi : Boleh Pak.. (TENG TONG !!)

May 27, 2009 Todi Adiatmo 19 comments Posted in Uncategorized

Sebelum kita bahas mari kita berkenalan dengan RMI terlebih dahulu, RMI adalah bentuk RPC/Remote Procedure Call pada java, dengan RMI ini kita dapat membuat 2 buah program yang dapat memanggil satu sama lain (lebih tepat dikatakan memanggil fungsi) dalam sebuah jaringan, keuntungan dengan memanggil fungsi ini adalah kita tidak perlu repot mengurus hal hal seperti marshaling (membungkus pesan),un-marshaling (membuka pesan), membuat delimiter, encoding dan lain lain, kita hanya perlu memanggil fungsinya saja,,

Cara kerja program yang saya buat kira kira seperti ini :

Diagram konsep kerjanya,,,

May 11, 2009 Todi Adiatmo no comments Posted in Uncategorized

Manajemen baterai dan Sleep mode yang failed pada sebagian Ubuntu (dan distro linux lain) June 4, 2019

Running Synergy With Extended Monitor September 2, 2016

Running Laravel Lumen from sub-directory April 15, 2015

Tutorial Semantik Web + Ontology Building menggunakan protege July 3, 2014

Konfigurasi Permalink WordPress untuk NGINX July 16, 2013